Badai
演唱:alterchapterYeah, kita di sini lagi,
Di tengah badai, amarah memuncak,
Kata-kata tajam seperti pisau,
Pertengkaran ini, tak pernah surut.
Kau datang dengan seribu alasan,
Aku menjawab dengan seribu perlawanan,
Saling tuduh, saling bentak, tiada henti,
Dalam lingkaran ini, kita terperangkap sendiri.
Teriakan menggema di ruangan gelap,
Api amarah membakar, tak ada celah,
Setiap kata, setiap langkah,
Seperti bom, siap meledak.
Ini badai pertengkaran, tak ada yang menang,
Kita terjatuh, dalam dendam yang mendalam,
Suara keras, dentuman bass,
Dalam musik ini, kita lepas.
Setiap argumen seperti peluru,
Menembus hati, merobek jiwa,
Kita lupa, cinta yang dulu ada,
Hanya amarah yang tersisa, merajalela.
Teriakan menggema di ruangan gelap,
Api amarah membakar, tak ada celah,
Setiap kata, setiap langkah,
Seperti bom, siap meledak.
Ini badai pertengkaran, tak ada yang menang,
Kita terjatuh, dalam dendam yang mendalam,
Suara keras, dentuman bass,
Dalam musik ini, kita lepas.
Di balik dinding, bayangan kita bertarung,
Tak ada henti, tak ada yang mundur,
Kita berdiri di medan perang,
Teriakan menggema di ruangan gelap,
Api amarah membakar, tak ada celah,
Setiap kata, setiap langkah,
Seperti bom, siap meledak.
Ini badai pertengkaran, tak ada yang menang,
Kita terjatuh, dalam dendam yang mendalam,
Suara keras, dentuman bass,
Dalam musik ini, kita lepas.
Ini badai pertengkaran, tak ada yang menang,
Kita terjatuh, dalam dendam yang mendalam,
Suara keras, dentuman bass,
Dalam musik ini, kita lepas.
Di tengah badai, amarah memuncak,
Kata-kata tajam seperti pisau,
Pertengkaran ini, tak pernah surut.
Kau datang dengan seribu alasan,
Aku menjawab dengan seribu perlawanan,
Saling tuduh, saling bentak, tiada henti,
Dalam lingkaran ini, kita terperangkap sendiri.
Teriakan menggema di ruangan gelap,
Api amarah membakar, tak ada celah,
Setiap kata, setiap langkah,
Seperti bom, siap meledak.
Ini badai pertengkaran, tak ada yang menang,
Kita terjatuh, dalam dendam yang mendalam,
Suara keras, dentuman bass,
Dalam musik ini, kita lepas.
Setiap argumen seperti peluru,
Menembus hati, merobek jiwa,
Kita lupa, cinta yang dulu ada,
Hanya amarah yang tersisa, merajalela.
Teriakan menggema di ruangan gelap,
Api amarah membakar, tak ada celah,
Setiap kata, setiap langkah,
Seperti bom, siap meledak.
Ini badai pertengkaran, tak ada yang menang,
Kita terjatuh, dalam dendam yang mendalam,
Suara keras, dentuman bass,
Dalam musik ini, kita lepas.
Di balik dinding, bayangan kita bertarung,
Tak ada henti, tak ada yang mundur,
Kita berdiri di medan perang,
Teriakan menggema di ruangan gelap,
Api amarah membakar, tak ada celah,
Setiap kata, setiap langkah,
Seperti bom, siap meledak.
Ini badai pertengkaran, tak ada yang menang,
Kita terjatuh, dalam dendam yang mendalam,
Suara keras, dentuman bass,
Dalam musik ini, kita lepas.
Ini badai pertengkaran, tak ada yang menang,
Kita terjatuh, dalam dendam yang mendalam,
Suara keras, dentuman bass,
Dalam musik ini, kita lepas.